9 Alasan Kenapa Kamu Harus Belajar Ionic Framework

Hai! Kalau kamu buka artikel ini dalam mode Instant Article maka buka artikel ini di Google Chrome atau browser lainnya untuk pengalaman membaca yang lebih baik.

Bagi sebagian orang mempelajari suatu bahasa pemograman baru mungkin akan menyenangkan karena bisa dapat ilmu dan pengalaman baru pada bahasa tersebut. Tapi, untuk mempelajari bahasa pemograman baru bukanlah hal yang mudah, karena kita perlu beradaptasi dan juga membutuhkan waktu yang tidak sebentar tergantung seberapa sulit bahasa pemograman tersebut.

Sedikit cerita. Dulu saat awal-awal saya bekerja, saya memiliki tanggung jawab sebagai web developer yang terbiasa dengan PHP, HTML, CSS, dkk. Namun, lama-kelamaan saya pun ditugaskan untuk mempelajari hal baru yaitu tentang Mobile Development dan yang terlintas dipikiran saya saat itu adalah Java, XML dan hal-hal ‘menyebalkan’ lainnya. Kemudian, saya pun mencari referensi tentang Mobile Development, dan yang saya temukan adalah Framework7, saya kira itu adalah framework yang cukup bagus untuk membangun sebuah aplikasi seluler. Singkat cerita, saya mendapat informasi dari rekan 1 tim saya mengenai Ionic Framework dan saya baca-baca dokumentasinya Ionic Framework dan ketika saya memulai project pertama saya, disitulah saya mulai jatuh cinta dengan Ionic Framework ini.

Nah, kalau kamu punya cerita yang sama dengan saya mungkin beberapa hal mengenai Ionic Framework yang akan saya sebutkan ini akan menjadi referensi dan menambah motivasi kamu mempelajari framework yang sudah mencapai versi 3 ini.

K, let’s go!

9. Recommended Untuk Web Developer

Sangat direkomendasikan untuk kamu yang awalnya seorang Web Developer dan ingin mulai menjelajahi tentang Mobile Development. Kenapa? Karena Ionic Framework membantu kita untuk membuat aplikasi seluler dengan jenis Hybrid. Jadi, kamu bisa membuat aplikasi seluler hanya dengan menggunakan bahasa sehari-hari seorang Web Developer yaitu HTML, CSS dan JavaScript.

Ionic Framework memiliki 3 versi untuk saat ini, yaitu Ionic 1, 2 dan 3. Ionic Framework juga berdiri diatas AngularJS. Ionic 1 berbasis Angular 1 dan ditulis dalam bahasa JavaScript, Ionic 2 berbasis Angular 2 dan ditulis dalam TypeScript, Ionic 3 berbasis Angular 4 dan ditulis dengan TypeScript.

Tentu, ini sangat direkomendasikan untuk kamu yang awalnya Web Developer yang ingin mencoba hal baru maka Ionic Framework lah jawabnya.

8. Dokumentasi

Ionic Framework juga dilengkapi dokumentasi yang lengkap, bukan hanya lengkap tapi penulisannya yang rapih dan desain antarmuka halaman dokumentasi yang bakal buat kamu betah baca-baca disana serta dilengkapi pratinjau perangkat seluler yang akan semakin memudahkan kamu dalam memahami tulisan-tulisan yang ada didokumentasi tersebut.

7. Mudah Untuk Bertanya

Nah, ini yang paling penting. Karena ketika kamu stuck, udah merasa nggak ada solusi lain menghadapi bugs, maka saatnya bertanya. Karena Ionic Framework ini sudah banyak yang menggunakan, jadi kamu nggak perlu khawatir lagi atau bingung cari tempat bertanya dimana. Kamu bisa bertanya mengenai masalah Ionic di forum besar seperti Stackoverflow atau di group Facebook atau di forum resminya Ionic Framework.

6. Komponen-komponen UI

Ionic Framework juga dilengkapi dengan komponen-komponen UI yang sangat lengkap. Hal ini akan memudahkan kamu ketika akan membuat tampilan, karena kamu nggak perlu membuat komponen-komponen UI sendiri atau menggunakan library dari luar seperti Bootstrap :p. Karena Ionic udah menyediakannya untukmu.

Komponen-komponen yang disediakan banyak sekali, dari yang dasar seperti Buttons, Grid dan yang advanced seperti Modal, Action Sheet dan yang lainnya. Seperti yang telah saya sampaikan sebelumnya, bahwa dihalaman dokumentasi Ionic terdapat pratinjau berupa perngkat seluler yang akan memudahkan kamu melihat terlebih dahulu komponen yang akan kamu gunakan.

5. Native Functionality

Apa maksudnya ini? Maksudnya, aplikasi yang kamu buat dengan Ionic Framework itu dapat mengakses Native Functionality seperti mengakses GPS, Network, Camera dan lain sebagainya. Karena Ionic berjalan diatas Cordova maka kamu dapat menggunakan plugin-plugin Cordova di project Ionic kamu.

4. Hybrid Rasa Native

Setiap pembaruan yang dilakukan oleh tim Ionic selain perbaikan bug maka akan ada peningkatan performa. Maksudnya, aplikasi yang kamu buat dengan Ionic akan terasa seperti aplikasi yang dibuat dengan Native walaupun tidak sepenuhnya. Jika kamu pernah menggunakan aplikasi yang dibuat dengan Ionic versi 2 maka dalam segi performa akan terasa agak lambat dibandingkan dengan aplikasi yang dibangun dengan Ionic versi 3, aplikasi yang dibangun dengan Ionic 3 akan lebih smooth walaupun perbedaanya tidak terlalu jelas.

3. “Ramah Lingkungan”

Walaupun personal computer kamu memiliki spesifikasi yang tidak terlalu bagus atau terkesan standar-standar aja maka kamu masih bisa membuat aplikasi dengan Ionic Framework karena mengingat Ionic Framework juga berjalan diatas Node.js jadi tidak terlalu memakan resources yang terlalu banyak. Yaaa.. paling kamu akan sedikit bersabar ketika menunggu masa kompilasi karena pada saat itu processor kamu akan bekerja keras karena ada banyak kode yang harus dikompilasi.

2. Sekali Ngoding Untuk Beberapa Platform

Inilah kehebatan aplikasi Hybrid yang berjalan dengan Cordova, dimana kamu bisa dengan mudah mengkompilasi kode kamu ke beberapa platform sekaligus. Jadi, kamu hanya perlu membuat 1 project saja maka setelah itu kamu dapat mengkompilasi project kamu ke beberapa platform seperti Android, iOS, Windows Phone atau yang lainnya. Tapi, kalau kamu mau mengkompilasi kode kamu ke perangkat iOS maka kamu perlu mengkompilasinya di MacOS.

1. Livereload?

Sebenernya ini adalah salah satu fitur di Ionic, sih. Fitur ini akan membantu kamu untuk melakukan pratinjau langsung di real device. Ketika kamu melakukan perubahan pada kode di project Ionic kamu maka kamu bisa langsung melihatnya di perangkat asli bukan di emulator. Tentu ini akan sangat memudahkan kamu dalam masa development, karena kamu akan langsung tau hasil dari kode kamu itu seperti apa ketika dijalankan di real device.

 

Final Words

Semoga tulisan diatas bermanfaat dan memotivasi kamu untuk mempelajari hal baru seperti dalam hal ini adalah Ionic Framework.

Digital Ocean baner

Muhamad Nauval Azhar

Code of a down

  • Arhy Van Linux

    apa yg versi 1 masih mendapat pembaruan (update) ?
    versi 1 sepertinya menarik karena masih pake js, typescript belum pernah pake :v

    • Kalau versi 1 sepertinya masih di update karena di forum resminya masih banyak yang berdiskusi mengenai ionic v1, kalau Ionic v2 lebih terstruktur dan dari segi performa jauh lebih baik 😀

      • Arhy Van Linux

        sip, makasih infonya 😀