Skill Level
Intermediate
Categories
Web Development
Reading Time
3 minutes, 16 seconds
Technology
PHP
Framework
No framework
Library
No library
Menggunakan Whoops Sebagai Error Handler PHP

Galat atau error merupakan bukan hal yang asing lagi. Terkadang error yang muncul pada kode yang kita tulis sekilas tidak masuk akal, misal jumlah kode kita hanya sampai 80 namun error yang muncul menunjukkan ke baris 83. Bukan hanya itu, pada beberapa bahasa pemograman salah satunya adalah PHP memiliki tampilan error yang tidak bagus dan kurang begitu informatif.

Pada hari ini, kita akan mencoba menggunakan library bernama Whoops yang dibuat oleh @filp untuk mengganti error handler pada PHP. Kenapa harus Whoops? Ada beberapa alasan kenapa kamu harus menggunakan Whoops, diantaranya adalah:

  • Gratis dan Open source
  • Memiliki tampilan yang baik dan informatif
  • Digunakan oleh Laravel Framework
  • Dan lain sebagainya …

Untuk memulai menggunakan Whoops sangat mudah, karena Whoops dapat di-install melalui Composer. Jadi, saya asumsikan kamu sudah paham mengenai Composer. Kalau belum, baca artikel ini.

Let’s go!

Pertama, kita akan membuat project baru. Berarti kita butuh 1 folder baru. Beri nama folder tersebut “whoops-tutorial”.

Kemudian install Whoops melalui Composer dengan perintah berikut.

composer require filp/whoops

Jika berhasil maka akan menampilkan output seperti berikut.

Using version ^2.1 for filp/whoops
./composer.json has been updated
Loading composer repositories with package information
Updating dependencies (including require-dev)
Package operations: 2 installs, 0 updates, 0 removals
  - Installing psr/log (1.0.2): Loading from cache
  - Installing filp/whoops (2.1.14): Loading from cache
filp/whoops suggests installing symfony/var-dumper (Pretty print complex values better with var-dumper available)
filp/whoops suggests installing whoops/soap (Formats errors as SOAP responses)
Writing lock file
Generating autoload files

Jika sudah, maka buat satu file dengan nama “index.php”. Lalu, include-kan file “vendor/autoload.php” pada file “index.php” tersebut.

<?php 

require 'vendor/autoload.php';

Untuk membiarkan Whoops bekerja sebagai error handler pada project kamu, maka kamu harus menambahkan kode berikut.

$whoops = new \Whoops\Run;
$whoops->pushHandler(new \Whoops\Handler\PrettyPageHandler);
$whoops->register();

Jadi, keseluruhan kode pada “index.php” seperti berikut.

<?php 

require 'vendor/autoload.php';

$whoops = new \Whoops\Run;
$whoops->pushHandler(new \Whoops\Handler\PrettyPageHandler);
$whoops->register();

Selesai, sekarang kita coba untuk membuat error pada kode PHP agar dapat mengetahui bahwa Whoops bekerja atau tidak. Tulis baris kode berikut dan letakkan paling bawah.

echo Hello;

Maka akan menampilkan seperti berikut.

 

Final Words

Dengan seperti ini, tentu kita akan lebih mudah untuk mengidentifikasi error yang terjadi dan juga lebih nyaman dengan tampilan error yang jauh lebih baik. Semoga bermanfaat.

Referensi

  • https://github.com/filp/whoops

Baca juga post berikut

70+ Free Bootstrap Admin Templates

Magz, Now Ready For Production!

Muhamad Nauval Azhar
6 months ago  •  Posted by
Muhamad Nauval Azhar
Junior Programmer

Pecinta Alam (Mbah dukun)

Dapatkan notifikasi untuk setiap artikel baru dan jadilah yang pertama tahu!