Berkenalan Dengan Composer

multinity

Alhamdulillah kita berjuma lagi disitus yang sama, pada kali ini saya akan mencoba untuk membahas sesuatu yang lebih bermanfaat dari artikel yang sebelum-sebelumnya.

Sebagai programmer yang baik, mau nggak mau kita harus tau teknologi-teknologi baru yang membantu atau bahkan memudahkan kita pada saat membangun sebuah project. Seperti halnya yang satu ini yaitu Composer. Ketika mendengar kata Composer apa yang ada dipikiran kamu? Atau nggak ada sama sekali? Oke nggak apa-apa.

Sekarang kita akan membahas Composer. Sebagai seorang programmer PHP kamu harus tau alat yang satu ini, kenapa? Karena, ini sangat memudahkan kamu dalam memanage librarylibrary yang kamu gunakan. Sebelum melangkah lebih jauh lagi mari kita bahas apa itu Composer.

Menurut situs resminya Composer adalah alat untuk manajemen ketergantungan di PHP. Ini memungkinkan kamu untuk mendeklarasikan library yang bergantung pada proyek kamu dan akan mengelola seperti menginstal dan memperbarui mereka.

Masih bingung? Oke, jadi gini saya kasih contoh kasus ya. Misalkan kamu lagi buat project tentang sistem perpustakaan, terus di sistem tersebut ada fitur untuk ekspor laporan ke PDF. Nah, kamu pasti pakai library dari luar untuk ekspor ke PDF nya, kan? Kalau tanpa Composer, kamu harus download manual library tersebut terus library tersebut diletakkan ke folder project kamu dan yang terkahir file library tersebut di include-kan ke kodingan PHP kamu.

Mungkin cara ini cukup mudah kalau kamu hanya pakai 1 library, coba kalau kamu pakai banyak library, belum lagi misal library membutuhkan library terus library membutuhkan library tentu kamu harus mendownload satu per satu library tersebut.

Nah, disinilah peran Composer. Semua kejadian seperti kasus diatas akan ditangani oleh Composer, maka dari itu Composer disebut dengan manajer ketergantungan. Karena project kita bergantung pada library-library tersebut dan Composer akan membantu untuk memanagenya.

Ketika kita akan menginstal sebuah library maka Composer otomatis tau apakah library tersebut membutuhkan library lain atau nggak, kalau membutuhkan library lain maka Composer akan otomatis mendownloadnya juga. Bukan hanya itu, tapi Composer juga akan mengecek apakah versi PHP dan ekstensi PHP pada server kita sudah sesuai dengan yang dibutuhkan oleh library tersebut. Kemudian yang terakhir kita juga bisa menyesuaikan versi pada library yang akan kita instal.

Untuk memanggil semua library yang sudah terinstal oleh Composer kita cukup memanggil 1 file dari Composer yaitu autoload. Dengan meng-include-kan file tersebut ke project, maka kita sudah bisa menggunakan semua library yang kita instal melalui Composer.

Sudah ngerti, kan?

Kemudian, untuk mendapatkan library-libray atau package-package yang kita inginkan, maka kita bisa mencarinya di packagist.org. Disana banyak sekali package-package yang dapat kita gunakan, saat ini saja ada lebih dari 169K lebih package yang tersedia.

Untuk memulai menggunakan Composer kamu dapat mengunjungi situs resminya di getcomposer.org. Composer dapat berjalan di versi PHP lebih dari 5.3.2 dan juga dapat berjalan di sistem operas Linux, OSX dan Windows.

Final Words

Gimana? Tertarik pakai Composer? Mestinya kamu harus tertarik dengan kelebihan-kelebihan Composer yang sudah dibahas diatas. Selain itu banyak Framework PHP yang populer salah satunya Laravel yang menggunakan Composer sebagai dependency manager. Jadi, ngoding sekarang makin mudah, bukan? Semoga bermanfaat.

Digital Ocean baner

Share
Muhamad Nauval Azhar

Syarifuddin St, Bogor 16115